Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan dukungan terhadap permintaan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) agar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 diselenggarakan di dua provinsi ini.
Dukungan dari Presiden Prabowo Subianto disampaikan saat Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena melaporkan kesiapan PON XXII/2028 NTT-NTB di sela kegiatan peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Presiden memberikan dukungan lantaran konsep penyelenggaraan yang diajukan Gubernur NTT dan Gubernur NTB sangat rasional, dan sejalan dengan prinsip efisiensi pengelolaan anggaran negara.
Gubernur NTT Melki Laka Lena di sela sambutannya pada Rapat Kerja (Raker) Jasa Konstruksi di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Selasa (13/1/2026), juga menyentil soal dukungan Presiden Prabowo Subianto. Melki bersyukur karena dengan dukungan Presiden, PON 2028 tetap diselenggarakan di NTT dan NTB sesuai agenda. Namun penyelenggaraannya akan menerapkan pola baru yang lebih efisien dan menyesuaikan dengan kemampuan daerah, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Gubernur Melki Laka Lena, sejalan dengan prinsip efisiensi dan tidak terjadi pemborosan anggaran, maka tidak ada lagi pembangunan venue baru.
Melki Laka Lena menyebutkan, ada 20-an cabang olahraga yang dipertandingkan di NTT. Untuk menyukseskan pertandingan 20-an cabor tersebut, pemerintah akan merenovasi venue-venue yang sudah ada di beberapa daerah NTT. Termasuk venue yang merupakan milik kampus atau instansi lainnya.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, kita fokus pada renovasi dan pembenahan venue yang sudah ada, bukan membangun dari nol. Dengan skema ini, kesiapan NTB dan NTT relatif aman,” katanya.
Berkaca pada penyelenggaraan PON sebelumnya seperti di Papua serta Aceh-Sumut, Melki Laka Lena mengaku tidak ingin ke depannya ada venue yang baru dibangun, jadi mubazir setelah penyelenggaraan PON.
“Pembangunan venue akuatik misalnya, biayanya sangat besar. Biaya perawatannya juga besar. Pengalaman PON Papua menunjukkan banyak venue yang akhirnya terbengkalai dan biaya perawatannya besar. Presiden tidak ingin hal itu terulang,” terang mantan anggota DPR RI itu.
Kebijakan yang sama, lanjut Melki Laka Lena, juga diterapkan di NTB. Dengan demikian, sejumlah cabor dengan kebutuhan anggaran sangat besar, tidak akan digelar di NTB maupun NTT, namun dialihkan ke daerah lain yang memiliki fasilitas yang siap pakai.
“Cabang olahraga yang tidak memungkinkan (dipertandingkan, red) di NTB dan NTT, akan dipusatkan di daerah lain seperti Jakarta atau Jawa Barat,” katanya.
Melki Laka Lena berharap PON 2028 NTT-NTB dapat menjadi warisan pembangunan olahraga sekaligus penggerak ekonomi daerah. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

