Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Labuan Bajo, RakyatNTT.ID – Polres Manggarai Barat melalui Unit Idik II Satreskrim bersama Unit Gakkum Satpolairud resmi memulai proses penyidikan terkait kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyidikan dimulai pada Rabu, 31 Desember 2025, sebagai tindak lanjut atas peristiwa kecelakaan kapal wisata yang terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025, di kawasan perairan Taman Nasional Komodo, salah satu destinasi wisata unggulan nasional maupun internasional.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa langkah penyidikan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum kepada para korban dan masyarakat.
“Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” tegas Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kamis (1/1/2026).
Kapal Mati Mesin Dihantam Gelombang
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal tersebut kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar.
Kondisi cuaca dan gelombang laut saat kejadian diduga turut memperparah situasi, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan mandiri oleh awak kapal maupun para penumpang.
Dalam peristiwa tersebut, tujuh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara satu orang korban perempuan ditemukan meninggal dunia dan telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang. Hingga kini, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.
SPDP Diserahkan ke Kejaksaan
Operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, baik melalui penyisiran laut maupun pemantauan wilayah pesisir di sekitar Selat Padar.
Kabid Humas Polda NTT menjelaskan bahwa pada Selasa, 31 Desember 2025, Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.
“Penyerahan SPDP ini menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi. Penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta mendalami kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran,” jelasnya.
Rangkaian Kecelakaan Kapal Wisata
Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar panjang kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut.
Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal. Beberapa insiden sebelumnya antara lain tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
Atas nama Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta harapan agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh Tim SAR Gabungan, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, BNPB, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.
Polda NTT mengimbau seluruh operator kapal wisata, nahkoda, dan wisatawan untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, antara lain dengan memastikan kelayakan kapal dan mesin, ketersediaan alat keselamatan, memantau informasi cuaca dari BMKG, serta tidak memaksakan pelayaran saat cuaca ekstrem.
“Polda NTT berkomitmen penuh menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur serta mendukung terwujudnya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata bahari yang aman, nyaman, dan berkelas dunia,” tandasnya. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

