Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menggelar Webinar Internasional bertajuk “Kreasi Digital Edukasi: Berkarya dan Berinovasi dengan Artificial Intelligence”.
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas dosen, guru, mahasiswa, serta praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Webinar internasional tersebut menghadirkan Tonci Y. Rafael, S.Pd., B.Ed. sebagai narasumber utama. Tonci merupakan graduate student program Innovative Design and Technology in Education di Vanderbilt University, penerima Beasiswa LPDP 2024, sekaligus praktisi dan pemerhati inovasi pendidikan berbasis teknologi.
Dalam pemaparannya, Tonci menjelaskan konsep dasar Artificial Intelligence (AI), termasuk AI generatif, serta peran strategis AI dalam dunia pendidikan. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai asisten, tutor, dan alat bantu kerja bagi pendidik.
“AI seharusnya membantu pendidik bekerja lebih efektif dan kreatif. Guru tetap menjadi pengendali utama proses pembelajaran, sementara AI berperan sebagai alat pendukung yang memperkaya pengalaman belajar siswa,” jelas Tonci.
Ia juga memaparkan berbagai pemanfaatan AI dalam pendidikan, mulai dari penyusunan materi ajar, pembuatan media pembelajaran, pengembangan konten kreatif, hingga perancangan prototipe platform pembelajaran sederhana.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada pendekatan berpikir komputasional, teknik menyusun prompt yang tepat, serta praktik penggunaan sejumlah platform AI yang relevan untuk pembelajaran di jenjang sekolah dasar.
Dekan FKIP Universitas Citra Bangsa, Heryon Bernard Mbuik, M.Pd, menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan harus dilandasi kebijaksanaan, tanggung jawab etis, serta berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Artificial Intelligence tidak menggantikan peran pendidik. Pendidikan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang nilai, karakter, dan kemanusiaan. Karena itu, teknologi harus tunduk pada nilai-nilai pendidikan, bukan sebaliknya,” tegas Heryon.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Citra Bangsa, Yulsy M. Nitte, M.Pd, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan wujud komitmen program studi dalam menyiapkan calon guru yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
“Webinar ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar yang menuntut pendidik memiliki kreativitas, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis. Kami berharap mahasiswa PGSD tidak hanya mengenal AI, tetapi mampu memanfaatkannya secara pedagogis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Moderator kegiatan, Rutsri Marlinda Pian, S.Pd., B.Ed., M.Pd, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab.
“Banyak peserta mengajukan pertanyaan kritis terkait praktik penggunaan AI di kelas. Ini menunjukkan adanya keinginan besar dari guru dan mahasiswa untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi secara tepat,” ungkap Rutsri.
Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Citra Bangsa berharap webinar internasional tersebut dapat menjadi pemantik lahirnya inovasi pembelajaran digital yang kreatif, kontekstual, dan berdampak nyata.
Di tengah tantangan pendidikan di era digital, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran pendidik sebagai agen perubahan yang adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan jati diri, nilai, dan komitmen untuk memanusiakan pendidikan. (rnc)
