Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia juga memaparkan berbagai pemanfaatan AI dalam pendidikan, mulai dari penyusunan materi ajar, pembuatan media pembelajaran, pengembangan konten kreatif, hingga perancangan prototipe platform pembelajaran sederhana.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada pendekatan berpikir komputasional, teknik menyusun prompt yang tepat, serta praktik penggunaan sejumlah platform AI yang relevan untuk pembelajaran di jenjang sekolah dasar.
Dekan FKIP Universitas Citra Bangsa, Heryon Bernard Mbuik, M.Pd, menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan harus dilandasi kebijaksanaan, tanggung jawab etis, serta berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Artificial Intelligence tidak menggantikan peran pendidik. Pendidikan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang nilai, karakter, dan kemanusiaan. Karena itu, teknologi harus tunduk pada nilai-nilai pendidikan, bukan sebaliknya,” tegas Heryon.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Citra Bangsa, Yulsy M. Nitte, M.Pd, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan wujud komitmen program studi dalam menyiapkan calon guru yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
“Webinar ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar yang menuntut pendidik memiliki kreativitas, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis. Kami berharap mahasiswa PGSD tidak hanya mengenal AI, tetapi mampu memanfaatkannya secara pedagogis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
