Ba’a, RakyatNTT.ID Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Telunulu, Desa Tolama, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao. Seorang warga setempat, Patance Mbau (31), meninggal dunia setelah tenggelam saat mencari ikan di Pantai Tasilo, Sabtu (31/1/2026) dini hari.

Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu pergi melaut bersama beberapa warga lainnya memanfaatkan kondisi air laut sedang surut. Aktivitas mencari ikan tersebut dimulai sekitar pukul 01.10 Wita.

Menurut keterangan saksi, rombongan tiba di Pantai Tasilo sekitar pukul 01.00–01.30 Wita. Mereka masuk ke laut dengan kedalaman sebatas lutut orang dewasa, kemudian membagi diri ke dalam dua kelompok untuk menyusuri garis pantai ke arah yang berbeda.

Iklan

Namun, ketika rombongan kembali ke darat sekitar pukul 05.00 Wita, Patance Mbau tidak terlihat bersama mereka. Awalnya, warga menduga korban masih berada di laut dan akan segera menyusul.

Hingga pukul 06.10 Wita, sebagian warga memilih pulang ke rumah, sementara seorang saksi tetap bertahan di pantai menunggu korban. Kekhawatiran mulai muncul ketika hingga pukul 08.00 Wita korban tak kunjung muncul, sementara kondisi air laut mulai pasang.

Titik terang terjadi sekitar pukul 09.00 Wita, saat seorang petani rumput laut menemukan sebuah senter dan keranjang penampung ikan tradisional di area barat Pantai Tasilo. Setelah diperiksa, barang-barang tersebut dipastikan milik korban.

Penemuan itu langsung memicu pencarian besar-besaran oleh warga setempat bersama tim SAR. Setelah upaya penyelaman intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia di dasar laut, tepatnya di perairan Pantai Tongga, Desa Mbueain.

Jenazah Patance Mbau kemudian dievakuasi ke darat dan disemayamkan di rumah duka sekitar pukul 13.40 Wita.

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum et repertum (VER), yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Keluarga juga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat sakit bawaan yang belum sempat diperiksakan secara medis, meski tidak kambuh dalam dua tahun terakhir.

Sementara itu, lokasi tempat korban mencari ikan dikenal warga setempat sebagai wilayah dengan arus bawah laut yang kuat, sehingga kerap dihindari nelayan saat kondisi pasang.

Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Andri Laniardi Pah, SH, mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pencari ikan tradisional, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi arus laut.

“Lokasi tempat korban mencari ikan dikenal warga setempat sebagai wilayah dengan arus bawah laut yang kuat, sehingga kerap dihindari nelayan saat kondisi pasang,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama pada malam hari dan saat kondisi alam tidak menentu. (rnc12)