Ekspansi kanal penjualan langsung dan kerja sama dengan operator turut memperkuat distribusi. Bahkan, pada kuartal II-2025, Xiaomi sempat memimpin pasar dengan pangsa 21 persen menurut data Omdia.

3. Oppo (16%)

Oppo menempati peringkat ketiga dengan mengandalkan desain stylish serta teknologi kamera berbasis AI. Brand ini menyasar segmen menengah dengan pendekatan pemasaran masif yang kuat di kalangan pengguna muda.

Konsistensi Oppo dalam membangun citra premium di kelas menengah membuatnya tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.

4. Vivo (14%)

Di posisi keempat, Vivo mencatatkan pangsa pasar 14 persen. Keunggulan kamera depan berkualitas tinggi dan fitur audio yang optimal menjadi daya tarik utama.

Seri Y dan V menjadi andalan Vivo, khususnya bagi penggemar selfie dan kreator konten media sosial yang membutuhkan performa kamera mumpuni dengan harga terjangkau.

5. Infinix (12%)

Infinix menjadi vendor dengan pertumbuhan tercepat pada 2025. Secara tahunan, penjualannya melonjak hingga 45 persen dan berhasil mengamankan pangsa pasar 12 persen.

Strategi pemasaran agresif di komunitas gaming, serta popularitas seri Note dan Hot di kalangan anak muda, menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan penjualan Infinix.

Peta Persaingan di Luar Lima Besar

Di luar lima besar, Apple berada di posisi keenam dengan pangsa pasar sekitar 6–7 persen. Merek lain seperti realme, Transsion Group (Tecno dan Itel di luar Infinix), Asus, dan Honor juga masih meramaikan pasar meski dengan pangsa lebih kecil.

Tren Pasar Smartphone Indonesia 2025

Secara umum, smartphone dengan harga di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp3 juta masih mendominasi pasar Indonesia. Hal ini mencerminkan perilaku konsumen yang tetap berhati-hati dalam berbelanja, meski pasar tumbuh sekitar 12 persen sepanjang 2025.