Larantuka, RakyatNTT.ID Seorang nelayan asal Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Stefanus Kasi Hera (51), dilaporkan hilang saat memancing di laut menggunakan sampan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Korban melaut bersama lima rekannya, yakni Petrus Para Kola (47), Gabriel (76), Paskalis Ado Pola (42), Fransiskus Lasan Tobu (33), dan Nikolaus Hodung Hera (40). Keenam nelayan tersebut memancing menggunakan perahu sampan masing-masing.

Setibanya di lokasi pemancingan di Perairan Kawa Lelo, Dusun Liko Tuden, Desa Kawalelo, dengan koordinat 8°27’657″ LS – 122°53’844″ BT, atau sekitar 1,7 mil laut dari daratan, para nelayan langsung menurunkan alat pancing jenis pancing rawe.

Salah satu rekan korban, Gabriel, mengungkapkan bahwa korban sempat menurunkan sekitar 200 mata kail. Tak lama kemudian, korban memanggil Gabriel hingga tiga kali. Namun, panggilan tersebut tidak terdengar jelas dan hanya didengar oleh Petrus Para Kola.

Petrus kemudian mendekatkan sampannya ke arah sampan korban. Dengan bantuan senter, ia melihat ke atas perahu, namun tidak menemukan korban. Upaya memanggil korban juga tidak mendapatkan respons, sehingga Petrus segera menghubungi nelayan lain untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kejadian hilangnya Stefanus Kasi Hera kemudian dilaporkan kepada Basarnas dan Marnit Polairud Flores Timur untuk dilakukan upaya pencarian.

Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Flores Timur, Marnit Polairud Flores Timur, TNI AL, Polsek Titihena, serta masyarakat setempat. Tim melakukan penyisiran di sekitar Pantai PT Asa Mutiara, Pantai Kawa Lelo, dan Pantai Liku Tuden dengan menggunakan perahu karet Basarnas, Ship Tender 01 KP P Timor, perahu karet BNPB, serta speed boat PT Asa Mutiara.

Hingga hari ketiga pencarian, hasilnya masih nihil. Pada Jumat (9/1/2026), tim memperluas area pencarian dengan menyisir pantai barat Pulau Adonara, pantai utara Pulau Solor, hingga perairan sekitar Pulau Konga dan pantai Lewolaga.

“Pencarian sampai hari ketiga masih nihil,” ujar Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, Sabtu (10/1/2026).

Pencarian terhadap korban rencananya akan terus dilanjutkan dengan memperluas radius pencarian sesuai dengan kondisi cuaca dan arus laut. (*/rnc)