Meski demikian, Badan Geologi mengimbau masyarakat sekitar dan wisatawan untuk mengurangi aktivitas di area kawah, serta tidak melewati pagar pembatas, mendekati danau kawah, berada di sekitar keluaran gas, maupun bermalam di dalam kawasan kawah guna menghindari potensi bahaya gas beracun.

Polda NTT Imbau Tetap Waspada

Polda Nusa Tenggara Timur turut mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tetap waspada saat beraktivitas di kawasan wisata Gunung Kelimutu. Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyampaikan bahwa hasil pemantauan aktivitas gunung selama 13 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 Wita menunjukkan tidak adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.

“Secara umum aktivitas Gunung Kelimutu masih normal. Namun faktor cuaca berupa hujan dan angin kencang tetap menjadi perhatian sehingga masyarakat dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan,” ujar Henry, Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan laporan pengamatan, kondisi visual Gunung Kelimutu terpantau jelas hingga berkabut tipis, tanpa asap kawah dan tanpa aktivitas kegempaan.

Adapun kondisi tiga kawah utama tercatat sebagai berikut:

  • Tiwu Ata Polo berwarna hijau tosca dengan suhu air 19,2°C, teramati bualan kecil di tepi timur laut.
  • Tiwu Koofai Nuwamuri berwarna hijau muda dengan endapan belerang cokelat keemasan, suhu air 30,2°C, dan bau gas belerang lemah hingga sedang.
  • Tiwu Ata Bupu berwarna hijau tua, air tenang dengan suhu 18,6°C.

Kombes Pol. Henry menegaskan bahwa meskipun status gunung masih normal, potensi bahaya tetap ada, terutama akibat gas beracun dan cuaca ekstrem.