Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oelamasi, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Kupang mulai menuai hasil positif dari pelaksanaan program swasembada pangan yang dijalankan secara sinergis dengan pemerintah pusat. Pada awal kepemimpinan Bupati Kupang Yosef Lede, produksi padi daerah ini tercatat meningkat signifikan hingga 53 persen.
Capaian tersebut menjadi bukti realisasi janji politik Yosef Lede bersama Wakil Bupati Aurum Titu Eki yang sejak masa kampanye tahun 2024 lalu konsisten mengusung program swasembada pangan dan air. Kini, komitmen itu mulai terlihat nyata melalui peningkatan produksi sektor pertanian.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kupang, produksi padi yang sebelumnya berada di kisaran 21 ribu ton berhasil melonjak menjadi 87.572 ton sejak 2024 hingga 2025.
“Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan produksi sebesar 53 persen, atau setara dengan produksi beras sebanyak 52.543 ton,” ujar Bupati Yosef Lede usai menghadiri Syukuran Swasembada Pangan Nasional di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Rabu (7/1/2025).
Yosef Lede menegaskan, capaian tersebut merupakan langkah awal yang positif dalam mewujudkan visi misi swasembada pangan dan air di Kabupaten Kupang. Ke depan, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menargetkan Kupang sebagai penyuplai beras dan jagung untuk Kota Kupang.
“Kita ke depan ini tidak hanya berpikir tentang produksi saja, tetapi bagaimana kita menjadi penyuplai untuk Kota Kupang,” tegasnya.
Untuk memperkuat program tersebut, Bupati Kupang berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, sejalan dengan prioritas swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pemkab Kupang Optimalkan Air Bendungan Raknamo
Guna mendukung pembukaan dan optimalisasi lahan pertanian, khususnya lahan kering, Pemkab Kupang berkomitmen meningkatkan pemanfaatan air dari Bendungan Raknamo melalui pengembangan jaringan irigasi ke lahan tani.
“Sehingga nanti kita akan duduk bersama lagi untuk membahas ini. Lahan yang sudah ada harus memiliki ketersediaan air, dan itu yang akan kita pastikan,” jelas Yosef Lede.
Di sisi lain, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Kupang tercatat mencapai 41.063 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan sekitar 380.212 jiwa. Kondisi ini sekaligus menjadi indikator penting keberhasilan awal pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan sektor pertanian.
“Ini menjadi jalan awal yang positif. Kami optimistis peningkatan ini akan terus berlanjut untuk mensukseskan visi misi Bupati sekaligus menjawab harapan para petani di Kabupaten Kupang,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Amin Juariah. (rnc04)
