Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sementara Prof. Lince Mukkun selaku ketua Arisan Salu Sangalla’, dalam sambutannya mengharapkan, agar komunitas yang baru berusia empat tahun itu, terus menjaga eksistensinya di tengah kemajemukan dan perkembangan yang terjadi. Arisan Salu Sangalla’ kata guru besar ilmu pertanian Universitas Nusa Cendana itu, sedapat mungkin menjadi wadah atau “ekosistem” pemersatu dalam bingkai keluarga, seperti yang telah terjalin selama ini.
“Arisan Salu Sangalla’ harus menjadi wadah untuk saling bahu membahu. Tolong menolong antar sesama anggota, dan dengan siapa pun dalam menghadapi kompleksitas kehidupan yang sedang kita jalani. Eksistensi komunitas ini harus terus dipelihara, mengingat Arisan Salu Sangalla’ berada di tanah rantau. Tentunya, dengan falsafah hidup orang Toraja yang penuh rasa kekeluargaan dan diterima secara baik. Terima kasih kepada pengurus dan semua anggota Arisan Salu Sangalla’ yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan kita, khususnya perayaan ibadah syukur ini. Tuhan memberkati kita semua,” ujar Prof. Lince.
“Dan kepada pengurus Kerukunan Keluarga Toraja di Kupang, kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan dengan semua kelompok-kelompok arisan yang telah terjalin selama ini. Tak lupa, kami juga menyampaikan terima kasih kepada tamu undangan yang telah memenuhi undangan Arisan Salu Sangalla’, serta kepada pendeta dan pastor yang telah melayani dalam ibadah syukur ini,” imbuh Prof. Lince.
