Jika BI memangkas suku bunga terlalu agresif di tengah penguatan dolar AS, nilai tukar rupiah berisiko tertekan lebih dalam. Saat ini, rupiah masih berada di level psikologis menembus Rp17.000 per dolar AS.

Keputusan menahan suku bunga diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pelaku pasar sekaligus menjaga stabilitas rupiah, terutama di tengah proyeksi penurunan suku bunga oleh The Fed.

Dari sisi sektoral, perbankan diperkirakan masih menikmati marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang stabil. Namun, sektor riil yang sensitif terhadap suku bunga, seperti properti dan otomotif, diprediksi belum akan mengalami lonjakan permintaan dalam waktu dekat.

Iklan

Sentimen Komoditas Angkat Saham Metal

Dari pasar komoditas, sektor metal masih menjadi sorotan utama investor, terutama emas, perak, serta metal industri seperti nikel, tembaga, dan aluminium. Indonesia sebagai salah satu produsen utama komoditas metal global turut mendapat perhatian pasar.

Harga emas kembali bergairah dan terus mencetak rekor baru. Level US$4.700 per troy ons dinilai berpotensi tercapai dalam waktu dekat. Seiring emas, harga perak juga mengalami lonjakan signifikan dan sempat menyentuh US$94 per troy ons pada perdagangan semalam, yang menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.