Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
MSCI menyebut langkah ini diambil untuk menekan risiko pergantian indeks dan menjaga kelayakan investasi, sembari memberi waktu bagi otoritas pasar melakukan perbaikan transparansi.
“Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko pergantian indeks dan risiko kelayakan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar yang berwenang untuk menerapkan perbaikan transparansi yang signifikan,” tulis MSCI dalam pengumumannya, dikutip Jumat (30/1/2026).
MSCI juga memperingatkan, jika tidak ada perbaikan signifikan hingga Mei 2026, maka status akses pasar Indonesia akan dievaluasi ulang. Evaluasi tersebut berpotensi menurunkan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Index, bahkan membuka peluang reklasifikasi Indonesia dari Pasar Emerging menjadi Pasar Frontier.
IHSG Trading Halt Dua Kali
Pengumuman MSCI langsung memicu sentimen negatif di pasar. Tekanan jual masif membuat IHSG anjlok tajam hingga menembus batas trading halt 8%.
Pada Rabu (28/1), BEI memberlakukan trading halt pada pukul 13.43.13 WIB berdasarkan sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan kembali dibuka pukul 14.13.13 WIB tanpa perubahan jadwal. IHSG hari itu ditutup di level 8.320,55, melemah 659,63 poin atau 7,35%.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

