Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG anjlok 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,56 setelah sebelumnya sempat mengalami trading halt akibat penurunan lebih dari 8 persen menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.596 dan terendah di 8.187, mencerminkan tekanan jual yang sangat kuat di pasar.
Mayoritas Saham Melemah
Pada penutupan perdagangan, tercatat hanya 41 saham yang menguat, sementara 787 saham melemah dan 130 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp45,2 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 57,6 miliar saham.
Tekanan jual juga menyeret indeks-indeks utama lainnya. Indeks LQ45 turun 7,26 persen ke level 812, indeks Jakarta Islamic Index (JII) anjlok 8,78 persen ke 561, indeks IDX30 turun 5,93 persen ke 417, dan indeks MNC36 melemah 6,45 persen ke 328.
Seluruh Sektor Berada di Zona Merah
Secara sektoral, seluruh sektor saham kompak bergerak di zona merah. Penurunan terjadi pada sektor energi, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, teknologi, konsumer non-siklikal, infrastruktur, properti, hingga sektor kesehatan.
Daftar Top Gainers dan Top Losers
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. Saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) memimpin top gainers dengan lonjakan 34,04 persen ke Rp252, disusul PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) yang naik 24,80 persen ke Rp780, serta PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) yang menguat 24,74 persen ke Rp1.790.
Sementara itu, saham-saham yang masuk dalam daftar top losers antara lain PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang turun 15 persen ke Rp3.060, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melemah 15 persen ke Rp1.445, serta PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) yang turun 15 persen ke Rp595.
Pasar Cermati Sentimen Global
Anjloknya IHSG mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap sentimen global, khususnya pasca pengumuman MSCI yang memicu aksi jual besar-besaran. Pelaku pasar kini menanti respons lanjutan dari regulator dan perkembangan sentimen global sebagai penentu arah pergerakan IHSG selanjutnya. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

