Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jenazah ditemukan pada jarak sekitar 1,13 mil laut dari titik duga tenggelamnya kapal, tepatnya di perairan antara Pulau Serai dan Pulau Rinca. Menurut Fathur, pergerakan korban sangat dipengaruhi oleh arus pasang-surut yang kuat di kawasan Selat Padar.
“Kami memfokuskan penyisiran mengikuti arah arus tersebut, karena terbukti satu korban terbawa ke arah itu dari lokasi awal,” jelasnya.
Selain menemukan jenazah, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah serpihan kayu kapal serta tabung alat pemadam api ringan (APAR) di pesisir Pulau Padar, yang diduga berasal dari KM Putri Sakinah.
Dengan ditemukannya satu korban tersebut, kini dua orang korban lainnya masih dinyatakan hilang. Fathur menegaskan, operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 29 tentang Pencarian dan Pertolongan, terutama karena masih terdapat tanda-tanda penemuan korban di lokasi pencarian. (*/rnc)
