Menurut Dhanny, melalui model bisnis berbasis kemitraan, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa.

“Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas akses layanan keuangan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan UMKM,” jelas Dhanny.

Di Kabupaten Alor sendiri, saat ini tercatat 1.238 BRILink Agen yang tersebar di 18 kecamatan, 17 kelurahan, dan 158 desa. Rata-rata transaksi per bulan mencapai 227.509 transaksi dengan volume penjualan sebesar Rp122,56 miliar.

Iklan

Secara nasional, hingga Desember 2025, BRI didukung sekitar 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjangkau 66.098 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Tanah Air. Melalui skema kemitraan ini, AgenBRILink telah memfasilitasi sekitar 1 miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.746 triliun. (*/rnc)