Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika kondisi gelombang tidak aman, masyarakat diimbau untuk menunda seluruh aktivitas di laut,” tegasnya.

Selain upaya mitigasi di tingkat daerah, BPBD Kabupaten Ende juga secara aktif melakukan koordinasi dan permohonan bantuan ke pemerintah pusat terkait penanganan dampak bencana, baik yang terjadi tahun ini maupun pada tahun sebelumnya. Salah satu fokus utama adalah penanganan abrasi pantai yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Ende.

Marselus menjelaskan bahwa usulan BPBD Ende kepada BNPB pusat terkait penanganan abrasi di wilayah Ndori dan Paupanda telah mendapat respons positif. Proyek penanganan abrasi yang semula direncanakan pada 2025 sempat tertunda akibat kondisi nasional, namun kini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Maret atau April 2026.

Iklan

“Dengan dilaksanakannya pembangunan penanganan abrasi pantai ini, diharapkan dampak abrasi dapat segera diatasi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, setelah pembangunan pengendalian abrasi rampung, masyarakat akan merasakan berbagai manfaat positif, seperti perlindungan lingkungan pesisir, peningkatan rasa aman dari ancaman abrasi dan banjir, serta peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata lokal.