Kefamenanu, RakyatNTT.ID Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, kembali meninjau lokasi Bandara Sasi yang saat ini tengah dilakukan pembersihan lahan oleh sejumlah dinas terkait, Rabu (7/1/2025). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Pembangunan Bandara Sasi menjadi salah satu komitmen strategis Pemerintah Kabupaten TTU dalam meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat, baik menuju ibu kota provinsi, kabupaten tetangga, hingga negara tetangga.

Bupati Yosep menegaskan, kehadiran bandara perintis ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik di daerah perbatasan.

“Bandara ini sangat penting untuk memperpendek waktu perjalanan dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat TTU,” ujar Yosep di sela peninjauan.

Dalam kegiatan pembersihan lahan tersebut, turut hadir Kepala Dinas PUPR beserta jajaran, Dinas Perhubungan, BPBD, Bagian Aset, serta sejumlah dinas teknis lainnya. Pembersihan lahan telah berlangsung selama dua hari terakhir dan melibatkan lintas perangkat daerah.

Kepada awak media, Bupati Yosep menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen penuh merealisasikan pembangunan Bandara Sasi guna meningkatkan layanan penerbangan di Kabupaten TTU.

“Pelayanan penerbangan di kabupaten tetangga seperti Belu hanya tiga kali dalam seminggu. Jika TTU memiliki bandara sendiri dengan penerbangan setiap hari, maka Bandara Sasi bisa menjadi bandara alternatif bagi penumpang,” jelasnya.

Ia menargetkan proses pembersihan lahan rampung pada minggu kedua Januari 2025. Selanjutnya, pada minggu ketiga atau akhir Januari, dapat dilakukan uji coba pendaratan awal pesawat, tergantung kesiapan lahan.

“Mudah-mudahan setelah pembersihan selesai, kita bisa segera melaporkan ke pihak maskapai untuk uji coba landing pesawat,” tambahnya.

Untuk tahap awal, Bandara Sasi direncanakan melayani pesawat dengan kapasitas 12 hingga 24 penumpang. Uji coba pertama akan menggunakan pesawat berkapasitas 12 penumpang, seperti Caravan, sedangkan pesawat CASA berkapasitas 24 penumpang disiapkan untuk tahap berikutnya.

Selain pembersihan lahan, Pemerintah Daerah TTU juga akan melakukan intervensi pembangunan, khususnya terkait akses menuju bandara dan pemenuhan aspek teknis lainnya, guna menjamin kelancaran dan keselamatan transportasi udara.

Dengan hadirnya Bandara Sasi, diharapkan konektivitas wilayah TTU semakin meningkat serta pelayanan transportasi udara bagi masyarakat dapat terwujud secara optimal. (*/rnc)