Jakarta, RakyatNTT.ID Asuransi Jasindo merefleksikan perjalanan Program Narasemesta sepanjang 2025 sebagai wujud komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun keberlanjutan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Program ini menjadi fondasi penting dalam menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, mengatakan Narasemesta mencerminkan cara pandang perusahaan dalam memantapkan fondasi bisnis melalui harmoni antara manusia dan alam.

“Perusahaan tidak hanya menjalankan bisnis semata-mata demi keuntungan, tetapi juga memerhatikan serta menjaga ekosistem sosial dan lingkungan di wilayah tempat perusahaan beroperasi,” ujar Brellian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Brellian menjelaskan, Narasemesta dirancang sebagai ekosistem inisiatif yang saling terhubung, dengan mengintegrasikan edukasi, konservasi lingkungan, pemberdayaan komunitas, serta aksi nyata di lapangan. Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya dapat tercapai ketika lingkungan terjaga dan masyarakat memiliki kapasitas untuk berkembang secara inklusif.

“Kami percaya, keberlanjutan adalah syarat mutlak bagi ketahanan bisnis jangka panjang. Ketika alam terjaga dan masyarakat berdaya, di situlah nilai bersama tercipta dan bisnis dapat berjalan secara sehat,” ungkapnya.

Sepanjang 2025, Program Narasemesta hadir di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jakarta, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, hingga Bali. Di setiap daerah, program disesuaikan dengan kebutuhan serta karakter lokal, mencakup isu lingkungan, pendidikan, pertanian, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut Brellian, tahun 2025 menjadi fase penting bagi Asuransi Jasindo untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan nyata di lapangan.

“Setiap langkah kami berangkat dari kepedulian untuk menghadirkan manfaat yang relevan dan berkelanjutan,” katanya.

Ia pun memaparkan implementasi Narasemesta di sejumlah daerah. Di Jakarta, Asuransi Jasindo berkolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan dalam edukasi pengelolaan sampah dan pelestarian Sungai Ciliwung. Di Sulawesi Tengah, program difokuskan pada peningkatan nilai tambah kopi lokal serta perbaikan fasilitas pendidikan di Sekolah Alam Dongi-Dongi.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Bali, Narasemesta diarahkan pada dukungan pengelolaan kawasan konservasi, pemberdayaan petani lokal, serta pelestarian ekosistem laut.

“Kami melihat keberlanjutan bukan sebagai konsep abstrak, melainkan rangkaian aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak terukur,” lanjut Brellian.

Memasuki tahun 2026, Asuransi Jasindo memastikan Program Narasemesta akan terus berlanjut dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan kolaboratif. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial, lingkungan, dan ekonomi secara beriringan.

“Tahun ini, kami ingin Narasemesta tidak hanya berjalan sebagai program, tetapi meninggalkan jejak perubahan nyata yang dapat dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat setempat,” pungkas Brellian. (*/rnc)