Jakarta, RakyatNTT.ID Amerika Serikat tengah menghadapi lonjakan signifikan kasus influenza selama musim dingin tahun ini. Peningkatan tajam tersebut banyak dikaitkan dengan varian virus influenza A H3N2, khususnya subklade K, yang oleh sebagian kalangan dijuluki sebagai “superflu”.

Lonjakan kasus flu ini terjadi bersamaan dengan merebaknya berbagai penyakit pernapasan lain, seperti COVID-19, batuk rejan, serta infeksi musiman lainnya. Kondisi tersebut memberi tekanan tambahan pada sistem layanan kesehatan, sekaligus memicu kekhawatiran publik, terutama terkait kebijakan vaksinasi, termasuk untuk anak-anak.

Kasus Flu Capai Jutaan

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hingga pertengahan musim flu tercatat sedikitnya 7,5 juta kasus influenza, dengan sekitar 81.000 pasien dirawat di rumah sakit dan 3.100 kematian.

Mayoritas kasus tersebut dikaitkan dengan subklade K dari virus H3N2 yang diketahui memiliki tingkat penularan sangat cepat. Meski demikian, CDC menyebutkan bahwa secara umum tingkat keparahan penyakit masih tergolong rendah. Namun, aktivitas influenza diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.