oleh: Robert Kadang

Jangan lupakan Tuhan..! Hadirkan Tuhan dalam segala rencanamu, seperti pernikahan di Kana (Yah. 2:1-11). Asas monogami (satu suami, satu istri). Pesan itu disampaikan Pdt. Benyamin Busa’ Kadang, S.Th., ketika merayakan ulang tahun pernikahannya bersama Pdt. Paulina Rante Siang, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Wow.., sebuah anugerah dari Tuhan, dimana mereka merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-60, di Hotel Toraja Prince, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Tidak semua orang bisa menggapainya. Sebab, ditempa oleh waktu, diuji oleh tantangan hidup, dan disempurnakan oleh momen-momen kebahagiaan.

Iklan

Enam puluh tahun..! Sebuah pencapaian yang langka dan monumental. Dalam tradisi pernikahan, usia 60 tahun dilambangkan dengan diamond. Mengapa diamond? Karena diamond adalah materil paling keras, namun memancarkan cahaya yang tak tertandingi. Dan seperti diamond, cinta Pdt. BB Kadang yang berasal dari Tikala, dan Pdt. Paulina yang berasal dari Batupapan, tidak tergoyahkan, abadi dan terus bersinar.

Selama enam dekade, mereka telah membangun pondasi yang kokoh, membesarkan keluarga, dan menciptakan segudang kenangan berharga. Bagi sebagian kalangan, mencapai usia penikahan hingga 60 tahun, adalah suatu keberhasilan yang langka. Bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai contoh bagi generasi berikutnya. Tentang, pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga, kasih sayang dan komitmen dalam kehidupan bersama. Pernikahan 60 tahun mengajarkan kita tentang cinta sejati yang tak mengenal usia dan waktu, melainkan perjalanan yang terus berkembang sepanjang kehidupan.