Jakarta, RakyatNTT.ID Sejumlah indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (13/12/2025), seiring pergeseran minat investor dari saham-saham teknologi menuju sektor yang dinilai lebih defensif.

Mengutip laporan Reuters, indeks Nasdaq Composite turun 1,69 persen ke level 23.195,17, sementara S&P 500 melemah 1,07 persen ke 6.827,41. Secara mingguan, S&P 500 tercatat turun 0,63 persen, sedangkan Nasdaq merosot 1,62 persen.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 0,51 persen pada perdagangan Jumat. Meski demikian, indeks berbasis saham industri tersebut masih mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 1,05 persen.

Saham Teknologi jadi Penekan Utama

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi, khususnya saham chip. Broadcom anjlok 11,4 persen setelah perusahaan memperingatkan margin keuntungan ke depan berpotensi menyempit. Peringatan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap profitabilitas investasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Saham Oracle juga turun 4,5 persen, melanjutkan pelemahan tajam sehari sebelumnya setelah perusahaan penyedia layanan cloud itu merilis proyeksi keuangan yang berada di bawah ekspektasi pasar.

“Tidak mengherankan jika pasar mengalami koreksi setelah beberapa minggu penguatan,” kata Anthony Saglimbene, kepala ahli strategi pasar di Ameriprise. Menurutnya, setelah mencetak rekor penutupan dan munculnya gangguan pada tema AI, investor mulai melirik sektor yang lebih defensif.