Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Asisten II Sekda Rote Ndao, Anthonius Banepa, menambahkan bahwa target produksi garam pada 2026 diproyeksikan mencapai 200 ribu ton. Ia mengakui adanya pekerjaan tambahan di beberapa titik, namun hal tersebut tidak memengaruhi sasaran utama proyek.
“Penyesuaian desain hanya berdampak pada jadwal pengerjaan, bukan pada target produksi. Semua tetap mengikuti standar teknis dan lingkungan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Johni menyampaikan apresiasinya terhadap progres pembangunan K-SIGN.
“Ini adalah kunjungan perdana saya, dan saya melihat perkembangan yang sangat baik untuk ukuran proyek yang baru dimulai pada Agustus 2025,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat lokal dalam mendukung kesuksesan proyek tersebut.
“Tenaga kerja dari empat desa sekitar sudah terlibat aktif, dan ke depan kawasan ini diproyeksikan menyerap hingga 13 ribu tenaga kerja langsung,” kata Wagub Johni.
Menurutnya, kehadiran K-SIGN tidak hanya akan memperkuat perekonomian Rote Ndao, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi produksi garam nasional.
“Kami berharap kawasan ini mampu mencapai kapasitas ekspor dalam beberapa tahun mendatang. Jika proyek ini beroperasi penuh pada 2027, Rote Ndao akan menjadi salah satu sentra garam terbesar di Indonesia,” tutupnya. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

