“Kegiatan ini sangat tepat untuk mempersiapkan kreator-kreator yang mampu menghasilkan konten positif dan bermanfaat bagi pembangunan serta promosi daerah,” ujarnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, workshop dirancang dengan pendekatan praktis dan aplikatif. Peserta dibagi ke dalam tiga kelas spesialisasi, yakni kelas fotografi, kelas pembuatan konten, dan kelas strategi konten, agar materi yang diterima sesuai dengan minat dan potensi masing-masing peserta.

Direktur Tempo Inti Media Impresario, Ali Nur Yasin, yang hadir langsung sebagai narasumber bersama tim, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberi ruang belajar bagi generasi muda dan pelaku UMKM Sabu Raijua agar mampu bercerita secara efektif di ruang digital.

Ia menilai masih banyak pengguna smartphone yang belum memaksimalkan perangkat tersebut untuk menghasilkan dampak positif.

“Workshop ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung. Harapannya, ilmu yang didapat bisa segera diterapkan untuk mempromosikan keindahan alam, budaya, dan kearifan lokal Sabu Raijua,” kata Ali Nur Yasin.

Ia juga berharap jejaring kreator muda yang terbentuk dari kegiatan ini dapat berkontribusi nyata dalam membangun citra Sabu Raijua sebagai destinasi wisata unggulan yang dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat global.