Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sekitar pukul 07.50 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, tidak jauh dari lokasi awal korban diduga terseret arus. Jasad korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Mata Air untuk proses pemulasaran.
Dengan ditemukannya korban, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, S.Sos., M.M., secara resmi mengusulkan penutupan Operasi SAR.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari Polsek, BPBD, maupun masyarakat setempat yang telah bahu-membahu melakukan pencarian. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” ujarnya dalam sesi debriefing.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang mengimbau seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai kenaikan debit air sungai yang dapat terjadi secara tiba-tiba akibat hujan di wilayah hulu, serta sebisa mungkin menghindari aktivitas seorang diri di area perairan. Basarnas juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca dari BMKG dan segera melaporkan keadaan darurat melalui Emergency Call 115 agar proses penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat guna mencegah terjadinya korban jiwa di masa mendatang. (*/rnc)
