Jems mengimbau pelajar tidak mudah terpengaruh iming-iming yang mengarah pada pergaulan bebas, serta tidak takut melakukan tes HIV di klinik VCT seperti Klinik Seroja, RSU Kota Kupang, RSU Yohanes, dan RS Bhayangkara.

DPRD Kota Kupang: Pengawasan Digital dan Anggaran Penanganan

Pimpinan Komisi IV DPRD Kota Kupang, Jemari Yosep Dogon, menyatakan keprihatinan atas meningkatnya kasus HIV/AIDS dan memastikan dukungan anggaran untuk penanganan.

Menurutnya, kecanggihan teknologi seperti smartphone sering disalahgunakan pelajar dan mahasiswa sehingga memicu keterlibatan dalam perilaku berisiko.

“Anak-anak harus didampingi. Jangan sampai terjerumus karena kurang pengawasan. Orang tua dan sekolah harus aktif,” ujarnya.

Dogon menekankan penanganan HIV/AIDS tak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Ia mendorong kolaborasi dengan masyarakat, sekolah, lembaga agama, dan media.

Dinas Kesehatan Kupang: Tes HIV Tersedia di Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Retnowati, menjelaskan upaya penanggulangan telah dilakukan melalui sosialisasi, pengawasan minum obat bagi ODHIV, serta penyediaan layanan tes HIV di sejumlah puskesmas seperti Puskesmas Oebobo dan Puskesmas Oesapa.

Dinas Kesehatan juga memperkuat kerja sama dengan sekolah, gereja, dan berbagai lembaga untuk memperluas edukasi dan mengawasi lokasi berisiko tinggi penularan.

Pengalaman Penyintas: Bangkit dari Trauma dan Menjadi Aktivis

Dua aktivis, Emu Lisnahan (Direktur LSM Perjuangan) dan Ferry Frans (Koordinator WPA), turut membagikan pengalaman langsung dalam pendampingan penyintas HIV/AIDS.