Produk pangan seperti daging asap, ikan asap, keju asap, hingga kopi sangrai termasuk yang berpotensi memiliki kandungan PAHs terukur.

Bahaya PAHs dan Pentingnya Pengawasan

Karena beberapa jenis PAHs diketahui sebagai zat karsinogenik, kehadirannya dalam pangan menimbulkan kekhawatiran publik. Hal ini menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh di seluruh rantai pasok pangan.

Untuk itu, proses ekstraksi, identifikasi, dan pengukuran PAHs harus dilakukan secara efisien. Metode konvensional seperti solid-phase extraction atau liquid-liquid extraction sejak lama digunakan, tetapi dianggap lambat, rumit, dan kurang ramah lingkungan.

Metode QuEChERS: Cepat, Murah, dan Akurat

Studi terbaru ini menemukan bahwa metode QuEChERS (Quick, Easy, Cheap, Effective, Rugged, and Safe) menjadi pilihan lebih efisien untuk mendeteksi PAHs. Metode ini memungkinkan analisis yang jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan teknik lama.

Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan cairan asetonitril untuk mengekstraksi PAHs dari makanan. Sampel kemudian disaring menggunakan bahan penyerap khusus agar hasil lebih bersih dan siap dianalisis. Hasilnya, metode ini dinilai stabil dan akurat untuk berbagai jenis makanan.

Hasil Analisis PAHs Tingkat Lanjut

Dengan menggunakan teknik gas chromatography-mass spectrometry, metode ini mampu mendeteksi PAHs pada level yang sangat kecil, yakni mikrogram per kilogram makanan.

  • Batas deteksi: 0,006–0,035 µg/kg
  • Batas kuantifikasi: 0,019–0,133 µg/kg

Tingkat pemulihan:

  • 5 µg/kg: 86,3–109,6%
  • 10 µg/kg: 87,7–100,1%
  • 20 µg/kg: 89,6–102,9%

Presisi pengukuran: 0,4–6,9% untuk seluruh jenis makanan