Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mematangkan langkah menuju Pemilu 2029. Salah satunya melalui kegiatan pendidikan politik yang melibatkan para jurnalis dan perwakilan LSM, setelah sebelumnya menyasar kalangan disabilitas dan mahasiswa.
Diskusi politik bersama insan media dan LSM berlangsung di Kantor DPW Partai Perindo NTT di Jl. Frans Seda, Kota Kupang, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPW Partai Perindo NTT dihadiri para pengurus DPW dan puluhan awak media dan LSM.
Sekretaris DPW Partai Perindo NTT, Arieston Dappa, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang dialog dan menerima masukan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya media yang dinilai bersentuhan langsung dengan realitas sosial dan pemangku kepentingan di daerah.
“Kami ingin mendapatkan umpan balik dari teman-teman media. Kami percaya media memiliki peran strategis karena bergelut langsung dengan masyarakat,” ujar Arieston.
Infrastruktur dan Kekuatan Perindo di NTT
Arieston menjelaskan, secara kelembagaan Partai Perindo di NTT dalam kondisi solid. Infrastruktur partai dinilai memadai, termasuk kepemilikan kantor sendiri serta dukungan fasilitas sosial seperti mobil ambulans yang telah disalurkan ke sejumlah kabupaten dan kota.
Saat ini, kepengurusan Partai Perindo telah terbentuk lengkap di 22 kabupaten/kota di NTT, dengan total 45 kursi DPRD kabupaten/kota. Namun, pada tingkat provinsi, Perindo mengalami penurunan kursi dan kini hanya memiliki satu wakil di DPRD Provinsi NTT.
“Ke depan ini akan kita benahi. Infrastruktur partai tidak menjadi masalah, yang perlu diperkuat adalah strategi politik dan basis suara,” tegasnya.
Tantangan dan Strategi Menuju 2029
Wakil Ketua II DPW Partai Perindo NTT, Yosafat Koli, memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Perindo pada pemilu sebelumnya, di antaranya basis suara yang belum merata, branding partai yang belum kuat, minim figur publik dominan, serta konsolidasi digital yang belum optimal.
Menghadapi Pemilu 2029, Perindo menargetkan kalangan milenial dan generasi muda, seiring dengan transformasi kepengurusan partai yang kini didominasi anak muda dari tingkat pusat hingga daerah.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan Perindo antara lain:
- Menyasar ceruk suara UMKM dan pekerja informal
- Masuk ke pemilih muda dengan isu ekonomi prioritas
- Mengoptimalkan media digital dan jaringan relawan
- Menciptakan figur publik Perindo yang kuat
“Target kami pada Pemilu 2029 adalah meraih 4–5 persen suara nasional agar Perindo bisa mengirim wakil ke DPR RI,” ujar Yosafat.
Perjuangan Turunkan Parliamentary Threshold
Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Perindo, Paulus Lobo, menegaskan komitmen Perindo sebagai partai yang pro UMKM, inklusif, dan dekat dengan generasi muda serta kaum disabilitas.
Menurutnya, Perindo juga terus memperjuangkan penurunan parliamentary threshold (PT) dari 4 persen menjadi 2 persen atau bahkan 1 persen, bersama sejumlah partai politik lainnya.
“PT yang terlalu besar memang bertujuan menyederhanakan sistem multipartai, tapi risikonya banyak suara rakyat yang akhirnya tidak terwakili,” kata Paulus.
Ia optimistis Perindo mampu meningkatkan dukungan publik, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, seiring dengan penguatan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Libatkan Media dan LSM
Kegiatan pendidikan politik ini diikuti oleh perwakilan media cetak, media elektronik, media online, serta sejumlah LSM, sebagai bagian dari upaya Perindo membangun komunikasi terbuka dan partisipatif.
DPW Partai Perindo NTT berharap sinergi dengan media dan masyarakat sipil dapat memperkuat langkah partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat menuju Pemilu 2029. (rnc)
