Menurutnya, Perindo juga terus memperjuangkan penurunan parliamentary threshold (PT) dari 4 persen menjadi 2 persen atau bahkan 1 persen, bersama sejumlah partai politik lainnya.

“PT yang terlalu besar memang bertujuan menyederhanakan sistem multipartai, tapi risikonya banyak suara rakyat yang akhirnya tidak terwakili,” kata Paulus.

Ia optimistis Perindo mampu meningkatkan dukungan publik, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, seiring dengan penguatan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Libatkan Media dan LSM

Kegiatan pendidikan politik ini diikuti oleh perwakilan media cetak, media elektronik, media online, serta sejumlah LSM, sebagai bagian dari upaya Perindo membangun komunikasi terbuka dan partisipatif.

DPW Partai Perindo NTT berharap sinergi dengan media dan masyarakat sipil dapat memperkuat langkah partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat menuju Pemilu 2029. (rnc)