Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
BANYAK orang beranggapan bahwa batu ginjal muncul semata-mata karena kurang minum. Namun para ahli nefrologi membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa kondisi ini jauh lebih kompleks dari sekadar dehidrasi.
Nephrologist Dr Arjun Sabharwal menjelaskan bahwa batu ginjal dipicu oleh beragam faktor yang saling berkaitan. Penjelasan ini diperkuat oleh berbagai penelitian besar dalam jurnal internasional seperti New England Journal of Medicine, American Journal of Kidney Diseases, dan Nature Reviews Nephrology.
“Batu ginjal terbentuk dari kombinasi faktor metabolik, pola makan, genetika, hingga penyakit tertentu. Untuk menemukan penyebab utamanya, sering kali diperlukan pemeriksaan lengkap,” ujar Dr. Sabharwal dikutip dari India Times, Senin (8/12/2025).
Ragam Penyebab Batu Ginjal yang Sering Terjadi
Menurut Dr Sabharwal, berbagai kondisi berikut dapat meningkatkan risiko batu ginjal:
- Kalsium urine tinggi (hypercalciuria)
- Kadar oksalat tinggi dari makanan atau masalah penyerapan usus
- Citrate rendah, zat penting yang mencegah kristalisasi
- Asam urat tinggi akibat daging merah atau gout
- Konsumsi garam dan protein hewani berlebihan
- Kekurangan kalsium dari makanan
- Makanan tinggi oksalat (bayam, kacang-kacangan, cokelat)
- Suplemen vitamin C berlebihan
- Obesitas, diabetes, gangguan tiroid, penyakit usus, ISK berulang
- Faktor genetik dan riwayat keluarga
- Penggunaan obat jangka panjang tertentu seperti diuretik atau antasida kalsium
Dr. Sabharwal menekankan bahwa kurang minum memang meningkatkan risiko, tetapi kasus batu ginjal berulang hampir selalu membutuhkan evaluasi metabolik lengkap, termasuk pemeriksaan urine 24 jam.
“Jika batu terus muncul, jangan hanya menambah air. Ketahui jenis batunya dan cari akar masalahnya,” tegasnya.
Gejala dan Dampak Batu Ginjal
Batu ginjal dapat menimbulkan nyeri hebat di punggung atau pinggang, mual, hingga darah dalam urine akibat terganggunya aliran urin. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat merusak fungsi ginjal dan menurunkan kualitas hidup.
Berikut penjelasan ringkas faktor pemicu batu ginjal:
1. Kalsium urine tinggi (Hiperkalsiuria)
Terjadi pada 30–60% kasus batu ginjal. Kondisi ini muncul ketika ginjal membuang terlalu banyak kalsium atau tubuh menyerap kalsium berlebih. Kristal kalsium kemudian berkembang menjadi batu. Pemeriksaan urine 24 jam menjadi metode diagnosis utama, sementara terapi thiazide dapat membantu menurunkan kadar kalsium.
2. Oksalat berlebih
Makanan seperti bayam, kacang, cokelat, serta suplemen vitamin C dapat meningkatkan oksalat. Ketika oksalat berikatan dengan kalsium, terbentuklah batu kalsium oksalat—jenis batu ginjal yang paling umum. Pembatasan makanan tinggi oksalat dan mengonsumsi kalsium bersamaan dengan makanan dapat membantu menekan risikonya.
3. Citrate rendah
Citrate berfungsi menghambat pembentukan kristal. Nilainya dapat turun akibat konsumsi protein hewani tinggi, diare kronis, kekurangan kalium, atau infeksi saluran kemih. Penelitian menunjukkan kadar citrate rendah menjadi faktor kuat terjadinya kekambuhan batu ginjal.
4. Asam urat tinggi dan konsumsi protein berlebihan
Asam urat tinggi dapat membentuk batu asam urat dan meningkatkan risiko batu kalsium oksalat. Penyebabnya antara lain daging merah, makanan laut, obesitas, diabetes, dan gout.
5. Garam tinggi dan kekurangan kalsium
Asupan garam berlebih membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium. Sebaliknya, kurang kalsium dari makanan justru membuat oksalat lebih banyak diserap tubuh. Para ahli menganjurkan asupan kalsium alami 1.000–1.200 mg per hari.
6. Penyakit dan faktor genetik
Berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, gangguan tiroid, radang usus, serta infeksi saluran kemih dapat mengubah komposisi urin dan meningkatkan risiko. Faktor genetika juga berperan penting, ditambah penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang. (*/rnc)
