Kupang, RakyatNTT.ID Ketua Diaspora Rote Ndao, Alfred Zacharias, menegaskan bahwa persoalan kemiskinan daerah tidak dapat dipandang secara sempit sebagai masalah ekonomi semata.

Menurutnya, kemiskinan merupakan akumulasi dari berbagai keterbatasan struktural yang hingga kini belum ditangani secara serius, terutama di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal.

Kepada RakyatNTT.ID, Sabtu (13/12/2025) di Kupang, Alfred menjelaskan, tingginya angka kemiskinan di daerah lahir dari minimnya akses serta lemahnya kehadiran negara dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat.

“Kemiskinan di daerah lahir dari keterbatasan akses dan lemahnya kehadiran negara dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat,” ujar mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao ini.

Ia mengungkapkan sejumlah persoalan mendasar yang menjadi penyebab utama kemiskinan masih bertahan di daerah. Salah satunya adalah terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi, yang berdampak langsung pada kualitas hidup serta produktivitas masyarakat.

Selain itu, kurangnya akses pendidikan dan pelatihan membuat masyarakat kesulitan meningkatkan kapasitas dan daya saing sumber daya manusia. Kondisi ini diperparah dengan minimnya akses terhadap modal usaha, yang menghambat pertumbuhan ekonomi rakyat dan kemandirian usaha kecil.

Persoalan lain yang disoroti Alfred adalah keterbatasan akses terhadap tanah, baik untuk tempat tinggal maupun pengembangan usaha produktif. Di sisi lain, infrastruktur dasar yang belum memadai, seperti listrik, air bersih, dan jalan, menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi serta pelayanan publik.

Alfred juga menilai bahwa pola hidup masyarakat turut dipengaruhi oleh minimnya edukasi, pendampingan, serta keteladanan dalam kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan.

Menurutnya, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar program seremonial atau bantuan jangka pendek.

“Tanpa keberanian melakukan pembenahan struktural dan pemerataan akses, kemiskinan akan terus diwariskan dari generasi ke generasi,” tegas.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Rote Ndao ini berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menjadikan persoalan kemiskinan struktural sebagai prioritas utama dalam perencanaan pembangunan, agar keadilan sosial benar-benar dirasakan hingga ke wilayah paling pinggir negeri. (rnc)