Menurut Teguh, bagi keluarga besar JMSI, Dahlan bukan hanya tokoh, tetapi juga pembina dan sumber ilham. Ia dinilai berhasil membuktikan bahwa media tetap bisa tumbuh dan mandiri di tengah tekanan ekonomi maupun politik.

Selain membangun perusahaan pers, Dahlan juga dianggap berperan besar dalam membina ekosistem ratusan media siber nasional, menjaga kemerdekaan pers, dan melahirkan gaya jurnalisme baru yang relevan dengan era digital.

“Beliau menulis setiap hari. Itu bukan sekadar produktivitas, tapi teladan bagi jurnalis muda,” ucap Teguh.

Gaya menulis Dahlan yang cair, komunikatif, dan kuat secara naratif, diyakini mampu menginspirasi generasi muda agar tetap produktif di tengah persaingan media digital yang semakin ketat.

“Pak Dahlan tetap ‘masuk’ di era sekarang. Itulah bukti nyata spirit media baru,” tambahnya.

Dalam penilaian JMSI, Dahlan Iskan memenuhi seluruh indikator utama Anugerah Dewan Pers: lintas zaman, adaptif dari cetak ke digital, produktif, konsisten, hingga memiliki rekam jejak membangun media yang bertahan dan berkembang.

Di tengah tekanan ekonomi, disrupsi teknologi, dan tarik-menarik kepentingan politik, figur seperti Dahlan dinilai semakin langka dan semakin relevan.