Jakarta, RakyatNTT.ID Istana Kepresidenan memantau secara intensif insiden kapal tenggelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang membawa pelatih tim Valencia CF Femenino B, Fernando Martin, bersama keluarganya. Dalam peristiwa tersebut, Fernando dan tiga anaknya hingga kini masih dilaporkan hilang.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah telah menginstruksikan jajaran TNI, Polri, serta Kementerian Perhubungan untuk mempercepat proses pencarian dan penanganan korban kecelakaan laut tersebut.

“Kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di Labuan Bajo. Kami juga meminta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, dan Kemenhub untuk bekerja keras secepat mungkin melakukan penanganan,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).

Prasetyo menegaskan, langkah percepatan pencarian dilakukan karena masih adanya korban yang belum ditemukan berdasarkan laporan terakhir yang diterima pemerintah.

“Karena menurut informasi terakhir, korban masih belum ditemukan,” sambungnya.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata telah mengambil langkah antisipatif dengan menghentikan sementara pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul insiden kecelakaan kapal wisata yang terjadi di Selat Padar pada Jumat, 26 Desember 2025.