Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 28,82 poin atau 0,34% ke level 8.577,61 pada awal perdagangan sesi pertama, Selasa (2/12/2025).
Pada pembukaan, 248 saham naik, 67 turun, dan 319 stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 258,67 miliar dari 335,02 juta saham yang berpindah tangan dalam 36.696 kali transaksi.
Memasuki perdagangan hari kedua pekan ini, pelaku pasar diperkirakan masih mencermati sejumlah rilis ekonomi domestik yang menunjukkan sinyal penguatan fundamental.
Sentimen Domestik Dorong Optimisme
Dari dalam negeri, membaiknya data inflasi dan naiknya PMI Manufaktur menjadi indikasi kuat bahwa ekonomi Indonesia memasuki fase pemulihan lebih solid menjelang akhir tahun 2025. Kondisi ini menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG, rupiah, hingga Surat Berharga Negara (SBN).
Di saat bersamaan, pelemahan indeks dolar AS juga menjadi faktor pendukung sentimen risiko di pasar keuangan dalam negeri, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember mendatang.
Bursa Asia Bergerak Positif
Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas mencatatkan penguatan pada Selasa, meski Wall Street sempat tertekan akibat aksi jual di pasar kripto.
Saham otomotif Korea Selatan naik signifikan setelah Menteri Perdagangan AS memastikan tarif otomotif lebih rendah sebesar 15% untuk Korea Selatan berlaku surut sejak 1 November.
- Hyundai Motor naik hampir 5%
- Kia Corp menguat sekitar 3%
- Kospi melompat 1,02%
- Kosdaq terkoreksi tipis 0,13%
Indeks acuan Jepang juga turut menguat, dengan:
- Nikkei 225 naik 0,54%
- Topix menguat 0,44%
Sektor keuangan, energi, dan bahan baku memimpin kenaikan.
Sementara itu, ASX/S&P 200 Australia naik 0,12%.
Kontrak berjangka Hang Seng juga mengarah ke pembukaan lebih tinggi di level 26.219 dibanding penutupan sebelumnya di 26.033,26.
Wall Street Melemah akibat Tekanan Aset Kripto
Aksi jual besar-besaran di pasar kripto kembali menekan sentimen di bursa Amerika. Bitcoin anjlok sekitar 6% dan diperdagangkan di bawah US$ 86.000, menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret.
Saham-saham terkait kripto seperti Coinbase dan MicroStrategy turut terkoreksi.
Di sektor teknologi, saham perusahaan kecerdasan buatan seperti Broadcom dan Super Micro Computer turut terkoreksi masing-masing lebih dari 4% dan 1%, menunjukkan adanya aksi ambil untung.
Indeks utama Wall Street kompak melemah:
- S&P 500 turun 0,53% ke 6.812,63
- Nasdaq Composite melemah 0,38% ke 23.275,92
- Dow Jones anjlok 0,9% atau 427,09 poin ke 47.289,33
(*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

