Desa bukan lagi pinggiran, tetapi fondasi pembangunan. Hasil bumi harus diolah di kampung sendiri, oleh orang kita sendiri, dan manfaatnya kembali kepada rakyat NTT,” tegasnya.

Pembangunan Harus Selaras dengan Lingkungan

Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, pembangunan hari ini tidak boleh mengorbankan kelestarian alam yang akan berdampak pada masa depan generasi mendatang.

Selain itu, pembangunan manusia tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi NTT, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, termasuk percepatan penurunan stunting, penguatan layanan kesehatan hingga wilayah terpencil, serta pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Perkuat Kolaborasi dan Gotong Royong

Menutup amanatnya, Gubernur Melki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menumbuhkan semangat gotong royong sebagai jati diri masyarakat NTT.

“Dengan semangat #BetaNTT – Manis dan Bae, Baku Sayang, Baku Jaga, sebagai tagline persatuan diaspora membangun NTT, mari kita berjalan bersama, bekerja dengan hati, dan membangun NTT yang bermartabat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Capaian Strategis dan Penyerahan Penghargaan

Pada momentum HUT ke-67 ini, Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan sejumlah capaian strategis, khususnya di bidang kesehatan. NTT meraih penilaian sangat baik (8,31) dalam pelaksanaan kerja dekonsentrasi melalui implementasi E-Monev Kementerian Kesehatan 2024, serta menerima penghargaan intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional II dari Menteri Kesehatan RI.