Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Program SIAP SIAGA bersama Kaukus Akademisi Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Diskusi Publik Laporan Riset Dampak Perubahan Iklim terhadap Kelompok Rentan dan Strategi Adaptasi Lokal pada Rabu, 10 Desember 2025 di Hotel Harper Kupang.
Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para peneliti, akademisi, pemerintah, dan mitra pembangunan untuk membahas temuan terbaru terkait risiko iklim serta kebutuhan adaptasi di tingkat lokal.
NTT merupakan salah satu provinsi paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Pola hujan yang semakin tidak menentu, musim kering yang panjang, risiko kekeringan, banjir bandang, gelombang ekstrem, hingga potensi terpaan siklon tropis memberi tekanan serius terhadap kehidupan masyarakat. Tingginya kemiskinan, stunting, dan keterbatasan layanan dasar membuat kelompok rentan semakin terdampak.
Riset yang dilakukan sepanjang tahun 2025 mencakup sektor air, pangan, kesehatan, dan ekosistem. Studi dilaksanakan di empat kabupaten berisiko tinggi menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu Sabu Raijua, Manggarai Barat, Malaka, dan Sumba Barat Daya.
Keempat kabupaten ini dipilih karena mewakili zona kerentanan iklim tertinggi di NTT: mulai dari kekeringan kronis, curah hujan ekstrem, banjir bandang, hingga erosi pesisir. Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan karakteristik sosial-ekonomi setempat, wilayah-wilayah ini menunjukkan kombinasi unik antara tekanan lingkungan dan kerentanan sosial, terutama pada masyarakat dengan mata pencaharian berbasis pertanian lahan kering, perikanan kecil, dan sumber air terbatas.
Temuan Kunci Riset
Diskusi publik ini mengungkap enam temuan kunci yang perlu segera menjadi perhatian pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan:




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

