Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki kembali menekankan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan NTT.

“Dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini, kami minta seluruh pelayaran distop di daerah-daerah yang oleh BMKG telah dinyatakan tidak memungkinkan untuk berlayar. Termasuk aktivitas wisata laut di Labuan Bajo agar ditunda sampai BMKG memberikan lampu hijau,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pelaku pariwisata, mulai dari biro perjalanan, pemandu wisata, travel agent, hingga otoritas pariwisata, untuk menunda sementara seluruh aktivitas wisata laut demi keselamatan bersama.

Selain itu, Gubernur menekankan peran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar menjalankan tugas secara tegas dan profesional.

“Jika pelayaran tidak memungkinkan karena cuaca ekstrem, maka harus dipastikan tidak ada satu pun kapal yang berlayar, dengan alasan apa pun,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi NTT menyatakan akan terus mendukung penuh seluruh upaya pencarian yang dilakukan Basarnas dan unsur terkait, serta mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar para korban segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. (*/rnc)