Untuk memperkuat ekonomi TTS menjelang Natal dan Tahun Baru, Gubernur mengumumkan kebijakan wajib belanja produk lokal minimal Rp100.000 bagi ASN TTS.

Dengan jumlah ASN mencapai 11.494 orang, kebijakan ini diproyeksikan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,49 miliar dalam satu periode belanja.

Dorongan Pengolahan Produk dan Nilai Tambah

Gubernur juga menekankan agar masyarakat tidak lagi menjual produk dalam bentuk mentah.

Iklan

“Kita ubah polanya dari tanam, panen, jual menjadi tanam, panen, olah, kemas, dan jual supaya ada nilai tambahnya,” tegas Melki.

Bupati TTS: Momentum Kebangkitan Ekonomi Lokal

Bupati TTS Eduard Markus Lioe mengapresiasi Gubernur Melki atas peluncuran NTT Mart di TTS. Menurutnya, kehadiran NTT Mart akan membuka peluang pemasaran lebih luas bagi produk lokal.

“Ini menjadi momentum pertumbuhan ekonomi di TTS. Produk lokal kini mendapat wadah pemasaran yang lebih profesional,” ujar Buce.

Produk yang dipamerkan mencakup kriya seperti tenunan, anyaman, kerajinan, fashion, serta aneka pangan lokal—semuanya mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal masyarakat TTS.

Saat ini terdapat 1.042 pelaku IKM/UMKM binaan yang tersebar di 266 desa dan 12 kelurahan pada 32 kecamatan di TTS.