Tak mengherankan jika ia kembali dipercaya memimpin Manggarai Barat untuk periode kedua. Ia bukan politisi yang berisik. Ia bekerja dalam sunyi. Dan ketika ia tiba-tiba menghilang dari pandangan, jika Anda adalah lawan politiknya, sebaiknya waspada. Bisa jadi di saat itulah ia sedang mengikat simpul-simpul dukungan yang tak terlihat.

Lintasan pengabdian Edi Endi kemudian melampaui Manggarai Barat. Ia dipercaya menjadi Ketua DPW Partai NasDem Nusa Tenggara Timur. Amanah itu diberikan langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh, yang menaruh keyakinan pada ketenangan dan insting politik Edi Endi untuk memimpin gerakan perubahan di seantero Nusa Flobamoratas.

Di tangannya, NasDem NTT terus menemukan penforma. Disokong oleh sekondannya di partai Nasdem seperti Ketua Bapilu, Alex Ofong dan para pengurus, Edi Endi melakukan Kerja-kerja politik bergerak dari kampung ke kampung, dari kabupaten ke kabupaten. NTT perlahan membiru. Terjadi kenaikan kursi legislatif NasDem di sejumlah kabupaten, serta bertambahnya bupati dan wakil bupati dari NasDem yang terpilih dalam pemilihan kepala daerah.

Bagi Edi Endi, capaian itu bukan sekadar statistik. Ia adalah akumulasi dari kerja sunyi yang panjang. Seperti kebiasaannya sejak dulu, ia jarang mengklaim keberhasilan. Ia membiarkan hasil yang berbicara sementara dirinya tetap bergerak menyapa, mendengar, dan bekerja di lorong-lorong yang jarang dilihat.