Kupang, RakyatNTT.ID — Dua tim putra Timor Tengah Selatan (TTS) siap menjawab kerinduan panjang publik untuk kembali meraih gelar voli tingkat provinsi.

Laga 8 besar Piala Gubernur NTT Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) 2025 menjadi momentum pembuktian setelah TTS dua kali gagal menembus semifinal pada kompetisi resmi antar daerah.

Pada Porprov 2018, tim putra TTS gagal mencapai target juara meski dihuni sejumlah pemain berbakat yang bersinar di berbagai kompetisi antar kampus di Kota Kupang. Langkah mereka terhenti oleh rival klasik Timor Tengah Utara (TTU) yang menjadi tembok penghalang menuju 8 besar.

Iklan

Kegagalan kembali terulang di Porprov 2022. Dengan satu tim asuhan Meden Opat, TTS harus tersingkir di 8 besar setelah kalah dari TTU. Kekalahan tersebut memantik kekecewaan publik dan mendorong PBVSI TTS melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memperbanyak kompetisi voli daerah untuk regenerasi pemain.

PBVSI TTS Lakukan Perubahan Besar

Memasuki BMMC 2025, PBVSI TTS melakukan perubahan signifikan, termasuk mengganti pelatih lama dan menunjuk jajaran pelatih baru Cio Missa sebagai pelatih kepala, Agus Kabata sebagai asisten pelatih dan Adi Opat sebagai trainer.

Untuk memperkuat peluang meraih gelar, TTS mengirim dua tim putra yang diisi mayoritas pemain muda potensial dengan reputasi kuat di berbagai kompetisi daerah.