Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain aspek keselamatan, Pdt. Samuel juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan akhir tahun. Ia mengajak umat merayakan pergantian tahun dengan sukacita yang tidak menimbulkan gangguan atau risiko.
“Hindari konsumsi minuman keras berlebihan, jauhi petasan yang membahayakan, dan mari bijak menggunakan bunyi-bunyian seperti terompet. Kegembiraan harus seimbang dengan penghormatan kepada sesama, terutama orang sakit, bayi, dan lansia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan jemaat agar tidak mudah terpancing provokasi, baik di jalan maupun di media sosial. Menurutnya, hoaks dan emosi sering berjalan beriringan dan dapat merusak kedamaian. Karena itu, masyarakat diimbau memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Damai tidak lahir dari viral, damai lahir dari kedewasaan,” katanya.
Sebagai pesan gerejawi, Ketua Sinode GMIT menegaskan bahwa gereja dipanggil menjadi tanda pengharapan di tengah situasi rentan. Dalam kondisi cuaca ekstrem, iman bukan alasan untuk bertindak nekat, melainkan kekuatan untuk saling menjaga dan menguatkan.
“Mari jadikan akhir tahun ini sebagai momen memperbarui komitmen: lebih peka pada sesama, lebih cepat menolong, dan lebih ringan berbagi. Jika ada yang kesulitan, mari hadir. Jika ada yang takut, mari menenangkan,” ujarnya.
