Kupang, RakyatNTT.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Dominika W. Bethan, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang untuk segera mengintensifkan sosialisasi serta upaya pencegahan terhadap penyakit Diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat, bahkan berpotensi melonjak tajam saat musim penghujan.

Dominika menilai, peningkatan kasus penyakit berbasis lingkungan tersebut sudah menjadi persoalan rutin yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Berdasarkan data, pada awal tahun 2024 tercatat sedikitnya 15 kasus DBD di Kota Kupang.

Sementara memasuki awal tahun 2025, situasinya semakin mengkhawatirkan setelah dua warga Kota Kupang dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi penyakit DBD, dari total 616 kasus DBD di Provinsi NTT.

Iklan

“Data ini menunjukkan betapa pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama penyakit yang sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan,” ujar Dominika, Sabtu (20/12/2025).

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari tingkat komunitas dengan memaksimalkan seluruh infrastruktur layanan kesehatan yang tersedia, serta melibatkan peran aktif masyarakat dalam menerapkan 3M Plus di lingkungan tempat tinggal.

“Saya berharap Dinkes dapat mendorong seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga posyandu, agar aktif dan masif memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Intinya adalah menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan untuk mencegah penyebaran penyakit,” jelasnya.

Peringatan ini menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Kupang sebagai upaya memutus mata rantai penularan Diare dan DBD. Dominika menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan kunci utama dalam mengendalikan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab DBD, sekaligus mencegah berkembangnya kuman penyebab Diare.

Dengan langkah pencegahan yang konsisten dan kolaboratif antara pemerintah serta masyarakat, ia berharap angka kasus penyakit tersebut dapat ditekan secara signifikan di Kota Kupang. (rnc04)