Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyerahan bantuan peralatan produksi kepada para pelaku usaha.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., didampingi Wakil Bupati Ir. Thobias Uly, M.Si., bertempat di Aula Sekretariat DPRD pada Kamis, 27 November 2025.
Bantuan yang diberikan menyasar tiga kelompok pelaku usaha utama, yakni perajin tenun ikat, penyadap nira lontar, dan nelayan. Acara penyerahan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah serta seluruh penerima bantuan.
Dukungan Nyata bagi 243 Pelaku Usaha
Total 243 pelaku usaha menerima bantuan yang bersumber dari dua OPD.
- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyalurkan bantuan kepada 68 nelayan.
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memberikan bantuan kepada 175 perajin tenun dan penyadap lontar.
Program ini dirangkaikan sebagai bentuk hadiah bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sabu Raijua ke-17.
Dalam sambutannya, Bupati Krisman menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar penyerahan alat, melainkan langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat dan membuka peluang kerja baru.
“Ini bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Bupati.
Antisipasi Keterbatasan Anggaran dan Dukungan untuk Produk Lokal
Bupati Krisman juga menyampaikan tantangan anggaran yang akan dihadapi daerah pada tahun depan akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa efisiensi anggaran di awal masa jabatannya membuat pemerintah mampu menyisakan dana Rp26 miliar yang kemudian dialokasikan untuk berbagai program langsung bagi masyarakat, termasuk:
- Bantuan peralatan usaha,
- Santunan duka,
- Seragam sekolah gratis,
- Pemasangan lampu jalan.
Di sisi lain, Bupati menyinggung kondisi penyadap nira lontar yang kini lebih banyak memproduksi moke dibanding gula sabu. Ia mengakui adanya perbedaan pandangan terkait produksi moke, terutama dari kalangan gereja.
“Kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi yang tepat agar produk lokal ini dapat diatur dan dilegalkan dengan batasan tertentu, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif,” jelasnya.
Pesan Bupati: Manfaatkan Bantuan untuk Produktivitas
Mengakhiri sambutannya, Bupati Krisman berpesan agar seluruh penerima bantuan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan secara optimal.
“Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga,” tutupnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat para pelaku usaha mikro di Sabu Raijua untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. (*/rnc)
