Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Proses rekrutmen pegawai Bank NTT kembali jadi sorotan. Kali ini, kritikan keras datang dari anggota DPRD NTT, Yohanis Rumat.
Menurut Yohanes Rumat, struktur pegawai Bank NTT terlalu gemuk. Hal ini disebabkan karena banyak pegawai masuk karena rekomendasi politik atau keluarga pejabat.
“Pegawai terlalu banyak karena ada mantan anggota DPRD, anak pejabat, atau titipan dari bupati, wali kota, hingga gubernur,” ungkap Rumat.
Jika pola lama ini terus dipertahankan, lanjut Rumat, Bank NTT berpotensi mengalami kerugian serius. Untuk itu
DPRD mendesak manajemen baru melakukan rasionalisasi pegawai, uji kompetensi ketat menghentikan rekrutmen titipan.
Komitmen Bank NTT
Direktur Operasional dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, menegaskan komitmen manajemen baru untuk melakukan reformasi menyeluruh dalam tata kelola sumber daya manusia.
Hal ini menanggapi keraguan publik terhadap sistem rekrutmen yang selama ini diterapkan oleh Bank NTT. Rahmat menegaskan, manajemen baru akan menjadikan kritik tersebut sebagai bahan pembenahan.
“Kami menghargai setiap kritik dan perhatian publik. Memang ada persepsi bahwa seleksi pegawai di masa lalu belum sepenuhnya transparan. Sebagai Direksi baru yang membidangi SDM, ini menjadi masukan penting untuk perbaikan,” jelasnya kepada wartawan usai soft launching NTT Mart Online di Aula Dinas PUPR Provinsi NTT, Selasa (23/12/2025).
Rahmat menegaskan fokus utama manajemen saat ini bukan mencari siapa yang salah, melainkan memastikan reformasi berjalan ke depan.
Bank NTT sedang menyiapkan sistem rekrutmen berbasis kompetensi dan digital, meliputi: pendaftaran online, penilaian berbasis indikator yang terukur, dokumentasi proses yang dapat diaudit dan ditelusuri.
“Kami ingin memastikan setiap putra-putri NTT punya kesempatan yang sama, berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan kedekatan,” tegasnya. (*/rnc)
