“Akhirnya dengan berat hati saya sampaikan ke teman-teman, bahwa sudah waktunya dan saya mohon izin untuk bisa lebih fokus sebagai Waketum. Namun komitmen saya terhadap NTT tidak berubah, terutama dalam peran sebagai gubernur,” lanjut Melki yang langsung disambut tepuk tangan dari peserta Musda dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader Golkar yang sudah menugaskan sekaligus merelakan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan tugas di DPP Golkar.

Sehubungan dengan pemilihan Ketua Golkar NTT yang baru, Melki Laka Lena bersyukur sudah ada kesepakatan bersama dalam dialog sebelum musda. Adapun kesepakatannya yakni menugaskan Alain Niti Susanto untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Golkar NTT ke depan.

“Dalam diskusi semalam, kami juga membicarakan soal format bagaimana NTT bisa menjadi provinsi yang mandiri di bidang ekonomi. Mudah-mudahan Pak Alain bisa melanjutkan pemikiran ini secara lebih teknis, agar kemandirian ekonomi bisa kita bangun bersama-sama,” ungkap Melki Laka Lena.

Aturan Partai Tidak Bisa Rangkap Jabatan

Sementara Sekjen DPP Golkar Muhammad Sarmuji dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Golkar NTT yang telah bersurat ke DPP dengan harapan agar Melki Laka Lena bisa tetap jadi Ketua Golkar NTT.