Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lewoleba, RakyatNTT.ID – Gunung Ile Werung di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dinaikkan statusnya ke Level II (Waspada) sejak 30 November 2025 pukul 12.00 WITA. Kenaikan status ini dilakukan setelah Badan Geologi mencatat adanya peningkatan signifikan pada aktivitas kegempaan vulkanik.
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa Gunung Ile Werung merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1.486 meter di atas permukaan laut dan termasuk salah satu gunung api aktif di Indonesia.
Pemantauan visual selama periode 1–30 November 2025 menunjukkan tidak ada aktivitas embusan asap maupun bualan dari dasar laut di sekitar Gunung Hobal dan Gunung Wetitar.
Meski pengamatan visual relatif tenang, catatan instrumen menunjukkan dinamika yang meningkat. Pada 1–28 November 2025, terekam 7 gempa vulkanis dalam, 27 gempa tektonik lokal, 18 gempa terasa, dan 108 gempa tektonik jauh. Aktivitas melonjak pada 29 November 2025 dengan 19 gempa vulkanis dalam, disertai 6 gempa tektonik lokal, 1 gempa terasa, dan 4 gempa tektonik jauh.
Peningkatan kembali terjadi pada 30 November 2025 pukul 00.00–11.00 WITA, di mana tercatat 4 gempa vulkanis dalam dan 1 gempa tektonik lokal.
“Pola ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Ile Werung yang menjadi dasar dinaikkannya status ke Level II Waspada,” ujar Lana dikutip dari akun resmi Badan Geologi, Senin (1/12/2025).
Badan Geologi juga mencatat peningkatan gempa vulkanis dalam sejak awal tahun, termasuk 21 kejadian pada 1 Januari 2025, 11 kejadian pada 6 September 2025, dan 47 kejadian pada 14 September 2025. Setelah gempa terasa pada 29 November 2025 pukul 21.11 WITA, jumlah gempa vulkanik dalam meningkat menjadi 23 kejadian, diduga akibat aktivitas magmatik atau migrasi magma ke kedalaman lebih dangkal.
Selain aktivitas vulkanik, peningkatan gempa tektonik lokal dan jauh juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kestabilan tubuh gunung.
Potensi Bahaya
Dengan status Level II Waspada, potensi bahaya yang perlu diantisipasi meliputi:
- Letusan eksplosif yang memicu awan panas, lontaran batu pijar, dan gas beracun.
- Aliran lava dari puncak maupun dari bawah laut.
- Peningkatan muka air laut di sekitar pusat erupsi bawah laut.
- Ancaman gas beracun seperti CO₂, CO, dan SO₂ di sekitar area bualan.
Rekomendasi Badan Geologi
Badan Geologi meminta masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk:
- Tidak berada dalam radius 2 km dari kawah Gunung Ile Werung.
- Berhati-hati terhadap potensi aktivitas bawah laut di sekitar Gunung Hobal dan Gunung Wetitar.
- Mengikuti perkembangan resmi dari pemerintah dan lembaga vulkanologi.
Dengan peningkatan aktivitas yang terus dipantau ketat, masyarakat di sekitar lereng dan wilayah pesisir diminta tetap tenang namun waspada terhadap potensi perubahan aktivitas vulkanik. (*/rnc)
