Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis Asadoma, kembali menorehkan prestasi gemilang. Pada Rabu, 26 November 2025, ia resmi meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor di Grha Cendana.
Disertasi yang dipresentasikan berjudul “Analisis Kebijakan Publik dalam Penyelenggaraan Pendidikan Menengah Berbasis Teknologi Informasi Digital Inklusif di Kota Kupang, Provinsi NTT.”
Sidang ini turut dihadiri penguji eksternal, Prof. Yudho Giri Sucahyo, Ph.D. dari Universitas Indonesia, serta partisipasi daring dari Kalemdiklat Polri, Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., yang menambah bobot akademik dan validitas ilmiah penelitian tersebut.
Model Asadoma: Integrasi Tiga Pilar Atasi Kesenjangan Digital
Berangkat dari masalah kesenjangan digital dalam pendidikan menengah di NTT, Johanis Asadoma memperkenalkan sebuah model kebijakan baru bernama Model Asadoma. Model ini merupakan kebaruan intelektual multifasial yang menekankan efektivitas digitalisasi pendidikan melalui integrasi tiga pilar utama:
1. Human Behavior
Fokus pada perubahan perilaku dan mengatasi resistensi psikologis para aktor pendidikan terhadap transformasi digital.
2. Kebijakan Afirmatif
Mengedepankan alokasi sumber daya secara adil, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T, guna memastikan kesetaraan akses pendidikan digital.
3. Local Political Will
Mendorong komitmen politik pemerintah daerah dan DPR untuk menerbitkan regulasi yang menyelaraskan kebijakan pusat dengan kondisi lapangan di NTT.
Dalam penutup presentasinya, Dr. Asadoma menegaskan komitmennya terhadap pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Setiap anak NTT adalah masa depan. Melalui pendidikan yang inklusif, mereka bukan hanya bermimpi, tetapi berhak mendapatkan dunia yang lebih adil dan sejahtera,” ujarnya.
Perjalanan Studi yang Menginspirasi Generasi Muda
Keberhasilan meraih gelar doktor ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Johanis Asadoma. Ia mengaku proses studinya sempat tertunda hingga enam tahun karena padatnya tugas sebagai pemimpin daerah. Meski demikian, ia tak menyerah.
“Sempat muncul pikiran ‘cukuplah, untuk apa lagi semuanya sudah dicapai. Namun sebagai pemimpin daerah, saya merasa harus menunjukkan kemauan yang tinggi. Pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda NTT,” ungkapnya.
Kontribusi bagi Dunia Akademik dan Pembangunan Daerah
Pencapaian akademik ini sekaligus menegaskan peran Undana sebagai lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan gagasan strategis bagi pembangunan daerah. Penelitian Johanis Asadoma dinilai memberikan kontribusi penting bagi perumusan kebijakan transformasi pendidikan digital yang inklusif di NTT. (*/rnc)
