“Pemanfaatan kolam bundar dengan teknologi nano bubble adalah langkah awal untuk menunjukkan kapasitas Undana dalam mengembangkan teknologi budidaya yang adaptif dan efisien, terutama menghadapi tantangan lahan kering di NTT,” ujar Prof. Maxs.

Kolam bundar tersebut kini menjadi pusat implementasi berbagai modul pembelajaran baru, mulai dari biosecurity, manajemen kualitas air, efisiensi pakan, teknik panen, hingga pascapanen. Semua ini terintegrasi dalam ekosistem akademik, riset, produksi, dan edukasi publik secara simultan.

Cetak Lulusan Berkompetensi Praktis dan Berdaya Saing

Rektor Undana menambahkan bahwa fasilitas ini bertujuan memperkuat keterampilan praktis mahasiswa, sekaligus membangun rantai pasok mini berbasis kampus. Hal ini diharapkan mampu berkembang menjadi model bisnis mahasiswa maupun inkubator usaha berbasis perikanan.

Lulusan Undana diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan jiwa kewirausahaan, sejalan dengan kebutuhan industri budidaya modern.

Wakil Dekan Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Dr. Franchy Christian Liufeto, S.Pi., M.Si., yang memfasilitasi kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya kesiapan kampus menghadapi era hilirisasi.