Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur sangat bersyukur dan berbangga atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H.M Soeharto.
Sebagai bentuk rasa syukur atas penghargaan tersebut, Golkar NTT menggelar doa bersama pada Rabu (12/11/2025) malam di Gedung Golkar NTT.
Ketua DPD I Golkar NTT Melki Laka Lena dalam sambutannya usai doa bersama menyebut penganugerahan gelar H.M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan momen yang sangat bersejarah. Tidak saja bagi keluarga besarnya, tapi juga bagi kader Golkar di Tanah Air.
Menurut Melki Laka Lena, legacy Soeharto semasa hidup, terlebih selama 32 tahun memimpin negara ini, sungguh luar biasa. Untuk petani misalnya, keberpihakan Soeharto paripurna karena latar belakangnya sebagai anak petani. Di bidang pendidikan, SD Inpres dibangun di mana-mana dan anak-anak bisa sekolah gratis melalui beasiswa supersemar. Di bidang kesehatan, puskesmas dibangun di mana-mana.
“Jasanya Pak Harto untuk bangsa dan negara, jangan ditanya lagi. Apalagi untuk Partai Golkar. Jadi sebagai kader Golkar, kita perlu meneruskan apa yang menjadi teladan, spirit, perjuangan dan keberpihakan H.M. Soeharto,” sebut Melki Laka Lena yang juga Gubernur NTT itu.
Sebagai bekas aktivis 98 yang ikut serta dalam perjuangan menumbangkan rezim Orde Baru, Melki Laka Lena mengaku banyak hal tentang kepemimpinan Soeharto, baru mereka pahami setelah Presiden ke-2 RI itu lengser.
“Presiden Soekarno menyerahkan tongkat kekuasaan tanpa pertumpahan darah. Begitu pun Pak Harto. Kalau beliau memilih bertahan saat itu, tentu banyak darah mahasiswa tumpah. Jadi sikap kesatria Pak Harto layak kita teladani,” ujar Melki.
Melki Laka Lena menambahkan, banyak jejak karya Soeharto di NTT yang masih bertahan dan bisa dilihat sampai saat ini. Bangunan-bangunan yang dibangun di masanya, rata-rata masih kokoh. Misalnya Stadion Oepoi, Gedung Golkar, Gereja, Masjid, dan bangunan lainnya.
Sebagai pengingat akan karya besar Soeharto, Melki Laka Lena menegaskan, Golkar NTT siap membuat sebuah buku yang merangkum tentang jejak karya Presiden Soeharto di NTT.
“Pak Frans (Frans Sarong, red), Ibu Sek (Libby Sinlaeloe, red) dan teman-teman semua, kita mesti buat buku itu. Mumpung banyak tokoh senior masih hidup. Kita buat buku untuk menjadi pengingat bahwa di tanah ini, Presiden Soeharto sudah buat sesuatu bagi NTT dan itu layak kita teruskan,” ungkap Melki Laka Lena.
Di akhir sambutannya, Melki Laka Lena tak lupa mengucapkan terima kasih serta apresiasi untuk Presiden Prabowo atas kebijakan dan sikap negarawan dalam memberikan gelar Pahlawan Nasional bagi Presiden Soeharto. (rnc)
