Ende, RakyatNTT.ID Raksasa sepak bola NTT, PSN Ngada bakal ditantang tim ibu kota, Persekota Koepang di laga pembuka Grup B Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV 2025 di Stadion Marilonga, Ende, Senin (10/11/2025) pukul 17.00 Wita.

Grup B yang merupakan grup neraka dihuni para raksasa sepak bola NTT. Selain Perseftim Flores Timur vs Persim Manggarai, publik NTT bakal disuguhi atraksi menarik dari Laskar Jaramasi, julukan PSN Ngada dan Laskar Sonbai, julukan Persekota Koepang (sebelumnya PSKK Kupang).

Dari segi prestasi, PSN Ngada sudah 8 kali merengkuh tropi ETMC sementara Persekota Koepang baru 2 kali. Namun, di setiap edisi, keduanya punya kesamaan yakni selalu lolos dari babak penyisihan. Apalagi Persekota yang biasanya selalu ada di grup neraka.

Oleh karena itu, kemenangan di laga perdana akan menjaga asa untuk melangkah lebih jauh di ETMC kali ini. Laga-laga Grup B ibarat final kepagian yang sayang untuk dilewati.

Persekota Siap Tempur

Berada di grup neraka, tim Persekota Kupang memastikan diri tetap fokus dan siap menghadapi setiap laga. Bagi skuad Laskar Sonbai, setiap pertandingan di fase grup akan dianggap seperti partai final.

“Kita harus akui, ETMC di Ende ini luar biasa. Semua tim kuat dan banyak pemain muda berbakat,” ujar Manajer Persekota, Marselinus Ngganggus, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Marselinus, Grup B diisi tim-tim elit dan merupakan langganan juara maupun semifinalis ETMC. Namun ia menegaskan bahwa Persekota Kupang siap bersaing, berbekal persiapan matang selama sebulan penuh.

“Kami sudah latihan intensif selama satu bulan dan baru saja juara di Lasarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC). Itu jadi modal mental dan teknis yang baik bagi pemain kami,” katanya optimis.

Skuad Persekota didominasi oleh pemain muda dari SSB Tunas Muda Kupang, yang tampil impresif di berbagai turnamen lokal. Oleh karena itu, Celly — sapaan akrab Marselinus — menekankan pentingnya pengelolaan mental dan recovery pemain agar tim tetap tenang menghadapi jadwal padat ETMC 2025.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman menjadi juara LLMC II 2025 bagi beberapa pemain harus diimbangi dengan sikap rendah hati dan kesiapan menghadapi lawan berat di ETMC. “Kami tekankan bahwa semua pertandingan adalah final. Tidak boleh ada rasa puas atau euforia berlebihan,” tegasnya.

Marselinus juga menyampaikan rasa bangga atas dukungan besar dari masyarakat Kota Kupang. Ia memastikan suporter fanatik Capital Boys tengah bersiap menuju Ende untuk memberikan dukungan langsung di stadion.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Capital Boys. Mereka akan hadir di Ende. Kami mohon doa dan dukungan publik Kota Kupang agar Persekota bisa mencatat prestasi terbaik di ETMC,” pungkasnya.

PSN Sudah Siap Mental

Head coach PSN Ngada, Kletus Marselinus Ghabe, menegaskan bahwa timnya sudah benar-benar siap menghadapi ajang Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV 2025 di Ende.

Persiapan panjang sudah dilakukan sejak 9 September 2025, meski sempat terkendala karena banyaknya turnamen lokal di wilayah NTT.

“Kami sudah mempersiapkan tim ini sejak 9 September. Hanya saja seleksi sempat terganggu karena banyak pemain ikut turnamen di Flores, Sumba, dan Semau,” ujar Kletus.

Menurut Kletus, proses seleksi dilakukan di Lebijaga dengan melibatkan 51 pemain, namun hanya sekitar 30 pemain yang hadir mengikuti seleksi akhir. Setelah itu, tim menjalani training center intensif selama dua minggu, dan kini 27 pemain terbaik telah diboyong ke Ende untuk berlaga di ETMC 2025.

“Prinsipnya kami sudah siap menghadapi tim mana pun. Persiapan fisik, teknik, taktik, dan mental semua sudah kami matangkan,” tegasnya.

Kletus juga mengakui bahwa selama proses persiapan, tim sempat mengalami fluktuasi karena beberapa pemain memilih bergabung dengan klub lain di luar Ngada. Namun ia menegaskan bahwa komposisi pemain saat ini tetap solid dan berpengalaman.

“Materi pemain yang ada sudah cukup mumpuni. Dari sisi kualitas, mereka tidak diragukan karena punya pengalaman di berbagai turnamen,” tambahnya.

PSN Ngada tergabung di Grup B ETMC 2025, yang disebut-sebut sebagai grup neraka, bersama tim-tim kuat seperti Perseftim Flores Timur, Persim Manggarai, dan Persekota Kupang. Kletus menyebut kekuatan di grup ini sangat merata dan tidak ada tim yang bisa diremehkan.

“Tidak ada tim lemah di grup ini. Semua punya kekuatan sendiri. Karena itu kami menyiapkan strategi khusus untuk setiap laga,” jelasnya.

Ia menambahkan, kunci sukses bagi PSN Ngada adalah menjaga konsistensi performa dan fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

“Kami fokus pada persiapan laga demi laga, tidak mau terburu-buru. Yang penting pemain tetap disiplin dan menjaga mental bertanding,” tegas pelatih asal Ngada tersebut. (rnc16/rnc04)