Persiapan panjang sudah dilakukan sejak 9 September 2025, meski sempat terkendala karena banyaknya turnamen lokal di wilayah NTT.

“Kami sudah mempersiapkan tim ini sejak 9 September. Hanya saja seleksi sempat terganggu karena banyak pemain ikut turnamen di Flores, Sumba, dan Semau,” ujar Kletus.

Menurut Kletus, proses seleksi dilakukan di Lebijaga dengan melibatkan 51 pemain, namun hanya sekitar 30 pemain yang hadir mengikuti seleksi akhir. Setelah itu, tim menjalani training center intensif selama dua minggu, dan kini 27 pemain terbaik telah diboyong ke Ende untuk berlaga di ETMC 2025.

“Prinsipnya kami sudah siap menghadapi tim mana pun. Persiapan fisik, teknik, taktik, dan mental semua sudah kami matangkan,” tegasnya.

Kletus juga mengakui bahwa selama proses persiapan, tim sempat mengalami fluktuasi karena beberapa pemain memilih bergabung dengan klub lain di luar Ngada. Namun ia menegaskan bahwa komposisi pemain saat ini tetap solid dan berpengalaman.

“Materi pemain yang ada sudah cukup mumpuni. Dari sisi kualitas, mereka tidak diragukan karena punya pengalaman di berbagai turnamen,” tambahnya.

PSN Ngada tergabung di Grup B ETMC 2025, yang disebut-sebut sebagai grup neraka, bersama tim-tim kuat seperti Perseftim Flores Timur, Persim Manggarai, dan Persekota Kupang. Kletus menyebut kekuatan di grup ini sangat merata dan tidak ada tim yang bisa diremehkan.